Aceh Tengah

Miris tapi Haru! Bupati Blak-blakan Soal Insentif Guru Mengaji yang Jauh dari Ideal

Bupati Haili Yoga insentif guru ngaji dan pengurus masjid
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyerahkan insentif secara simbolis kepada para ustaz dan ustazah TPA-TQA, serta imam, muadzin, khadam, dan satpam masjid di Masjid Agung Ruhama, Senin (01/06/2026). Foto: Humas Aceh Tengah

Takengon, Line1News – Fakta pahit sekaligus mengharukan terungkap dalam penyaluran insentif guru mengaji di Kabupaten Aceh Tengah. Di tengah perjuangan tanpa lelah mendidik generasi muda, para ustaz dan ustazah di daerah ini ternyata hanya menerima insentif setara Rp100 ribu per bulan.

Kondisi miris ini diakui secara blak-blakan oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, saat menyerahkan insentif secara simbolis di Masjid Agung Ruhama, Senin, 1 Juni 2026. Di hadapan para pejuang Al-Qur’an, suasana seremonial mendadak berubah haru ketika orang nomor satu di Aceh Tengah itu jujur mengakui keterbatasan anggaran daerah.

Jujur Mengakui Keterbatasan

Sebanyak 1.302 ustaz dan ustazah dari 337 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA) di bawah naungan BKPRMI menerima rapel insentif sebesar Rp600.000 untuk periode enam bulan (Oktober 2025–Maret 2026). Jika dibagi rata, angka tersebut memang masih sangat jauh dari kata layak.

“Insentif yang diterima saat ini setara sekitar Rp100 ribu per bulan. Kami menyadari jumlah tersebut belum sebanding dengan pengabdian yang diberikan,” ujar Haili Yoga terbuka di hadapan para guru dan pengurus masjid, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Tengah.

Meski miris, Bupati menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Di depan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang turut hadir, ia berjanji akan mengulik ruang fiskal APBK agar kesejahteraan para guru mengaji bisa didongkrak pada tahun-tahun mendatang.

Menatap Mata para Pejuang Al-Qur’an

Bukan sekadar penyerahan simbolis kepada perwakilan guru dari Kecamatan Lut Tawar, Kebayakan, Bies, dan Bebesen, momen ini juga diwarnai dialog humanis. Bupati langsung mengobrol dengan beberapa ustazah mengenai konsistensi anak-anak membaca Al-Qur’an selepas Ramadan.

Bagi Haili Yoga, peran mereka adalah jangkar moral daerah yang tidak bisa dinilai dengan materi.

“Peran para ustaz dan ustazah tidak hanya mengajarkan huruf-huruf Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai adab, ibadah, dan bakti kepada orang tua sejak usia dini. Ini adalah investasi besar untuk masa depan daerah kita,” tambahnya dengan nada penuh hormat.

Ketat Verifikasi, Hadiahkan Umrah Gratis

Demi memastikan anggaran yang terbatas ini tepat sasaran, Dinas Syariat Islam melalui PPTK langsung diinstruksikan melakukan verifikasi data total. Langkah tegas ini diambil agar hanya guru mengaji yang benar-benar aktif di lapangan yang menerima haknya.

Sebagai pelipur lara dan bentuk apresiasi ekstra, Bupati turut mengumumkan program umrah gratis bagi 30 orang terpilih pasca-Ramadan tahun 2027 mendatang. Hadiah ini ditujukan bagi masyarakat umum, aparatur, hingga ustaz yang konsisten mengamalkan gerakan Gemar Membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan jabat tangan erat dan doa bersama yang mengangkasa di langit Masjid Ruhama.

“Semoga setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” pungkas Bupati, melepas kembali para pejuang moral tersebut ke ruang-ruang kelas mereka.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy