Kemenag Salurkan Rp19,3 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan di Aceh

Relawan Kemenag
Relawan Kemenag menyalurkan bantuan bencana. Foto: Humas Kemenag RI

Banda Aceh – Kementerian Agama menyalurkan bantuan penanganan bencana sebesar Rp19,3 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan terdampak bencana di Aceh selama masa tanggap darurat.

Bantuan tersebut dikelola Kantor Wilayah Kemenag Aceh berdasarkan hasil pendataan dan analisis Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana).

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengatakan Rp4,42 miliar dari total dana tersebut dikelola langsung Kanwil Kemenag Aceh.

“Kita gunakan untuk mendukung pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak,” ujar Khairul dikutip dari Laman Kemenag, Selasa, 17 Februari 2026.

Dia merincikan, Rp1,3 miliar disalurkan ke sejumlah Kantor Kemenag kabupaten kota terdampak untuk kebutuhan darurat, seperti logistik awal, operasional lapangan, pembersihan, serta bantuan langsung kepada masyarakat dan satuan kerja.

Baca juga: Hilal di Bawah Ufuk, Kemenag Aceh Perkirakan Awal Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026

Kemudian Rp244,5 juta untuk bantuan kebutuhan pokok korban bencana, Rp71 juta untuk pengadaan laptop, printer dan perangkat komunikasi serta internet satelit Starlink, Rp172,3 juta untuk operasional relawan, kerja bakti sarana prasarana madrasah dan posko, serta Rp15,8 juta untuk biaya transportasi dan distribusi bantuan.

“Kita salurkan berdasarkan laporan kebutuhan dari daerah dan hasil koordinasi dengan tim penanganan bencana,” kata Khairul.

Kemenag juga menyalurkan bantuan sosial kepada mahasiswa terdampak bencana dalam bentuk uang tunai melalui Rekening Islamic Trust Fund Infaq.

Total dana sebesar Rp2,35 miliar disalurkan kepada 11.772 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta, masing-masing sebesar Rp200 ribu.

Selain uang, Kanwil Kemenag Aceh juga memfasilitasi penyaluran bantuan dalam bentuk barang kepada 169 madrasah negeri dan 5 ribu Al-Qur’an ke kabupaten kota.

“Ada tenda darurat, genset, pompa air, sekop, cangkul, alat pel, meja, kursi atau laptop. Beda-beda, tidak sama semua madrasah,” katanya.

Baca juga: Kemenag Bantu 11.772 Mahasiswa PTKN-PTKIS Terdampak Banjir di Aceh-Sumatra

Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pendataan kerusakan fasilitas keagamaan dan pendidikan. Kemenag mencatat 1.842 fasilitas terdampak bencana di Aceh, terdiri atas 472 madrasah, 391 pondok pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, 79 Kantor Urusan Agama, serta empat kantor Kemenag kabupaten kota.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan tertinggi, yakni 131 madrasah dan 101 pesantren. Selain Aceh Utara, sejumlah wilayah lain seperti Aceh Tamiang juga mengalami dampak signifikan.

Hingga kini, kata Khairul, Rp255 juta masih tersimpan di rekening bank Tanggap Bencana dan akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum terakomodasi.

Sementara bantuan sebesar Rp14,9 miliar disalurkan langsung oleh Kemenag RI ke rekening lembaga penerima, yang terdiri atas 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren dengan nilai bantuan masing-masing Rp100 juta per lembaga.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy