Penumpang Domestik di Bandara SIM Naik 31 Persen, Sektor Internasional Turun

Bandara SIM Aceh Besar
Ilustrasi - Bandara SIM Aceh Besar. Foto: Dok. Dishub Aceh

Banda Aceh, Line1News – Aktivitas penerbangan domestik di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merekam adanya lonjakan signifikan pada jumlah penumpang rute domestik sepanjang bulan Juni 2026.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan penerbangan rute internasional yang justru menunjukkan kelesuan pada periode yang sama.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang domestik yang berangkat melalui Bandara SIM pada Juni 2026 menembus angka 22.502 orang.

“Angka ini naik sebesar 31,03 persen dibandingkan Mei 2026. Jika disandingkan secara tahunan dengan Juni 2025, kondisinya juga tumbuh positif sebesar 6,16 persen,” kata Agus, Senin, 3 Agustus 2026.

Rute Internasional Merosot Tajam

Sebaliknya, arus keberangkatan penumpang ke luar negeri melalui bandara kebanggaan masyarakat Aceh tersebut justru menyusut. BPS Aceh mencatat jumlah penumpang rute internasional pada Juni 2026 hanya menyentuh 8.783 orang.

“Jumlah tersebut turun 29,99 persen dibandingkan bulan Mei 2026. Sementara secara tahunan atau year-on-year terhadap Juni 2025, sektor ini juga mengalami penurunan sebesar 25,38 persen,” papar Agus.

Angkutan Laut Ikut Bergeliat

Tidak hanya jalur udara rute domestik yang ramai, gairah perjalanan juga terjadi di sektor transportasi laut. BPS Aceh mencatat total penumpang yang naik melalui seluruh pelabuhan di lintas Tanah Rencong mencapai 116.406 orang selama Juni 2026.

Sektor angkutan laut ini mengalami lompatan besar hingga 32,58 persen jika dibandingkan dengan capaian bulan Mei 2026.

“Jika dibandingkan secara tahunan dengan Juni 2025, arus penumpang yang memanfaatkan jalur laut ini juga melonjak sebesar 16,82 persen,” pungkas Agus.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy