Siasat Bupati Aceh Barat Dongkrak PAD: Kreatif Berinovasi Tanpa Bebani Rakyat Kecil

Bupati Tarmizi rapat evaluasi PAD Aceh Barat
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, memimpin rapat kerja dan evaluasi Satuan Tugas Pendapatan Asli Daerah di Ruang Rapat Teuku Umar Setda, Selasa (4/8/2026). Foto: Humas Aceh Barat

Meulaboh, Line1News – Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi urat nadi penting bagi pembangunan di tengah melemahnya kondisi fiskal daerah saat ini. Menyadari hal tersebut, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengumpulkan Satuan Tugas (Satgas) PAD untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan strategi baru di Ruang Rapat Teuku Umar, Setda Aceh Barat, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam rapat kerja tersebut, Tarmizi menegaskan bahwa optimalisasi PAD bukan sekadar mengejar target angka, melainkan bentuk tanggung jawab yang menjadi atensi langsung dari pemerintah pusat. Jika Satgas PAD mampu bekerja maksimal dan menunjukkan hasil nyata, apresiasi khusus atau reward dari Menteri Dalam Negeri sudah menanti di depan mata.

Namun, Tarmizi mengingatkan agar perburuan sumber pendapatan ini tidak salah sasaran. Ia menekankan aspek kemanusiaan agar kebijakan yang diambil tidak mencekik masyarakat kecil.

“Semua potensi PAD jangan sampai ada yang luput. Fokus kita pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sektor lainnya, tetapi ingat, jangan sampai membebani rakyat. Kita harus menyasar objek-objek besar yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah,” ujar Tarmizi memberikan arahan tegas kepada timnya, dikutip dari siaran pers Pemkab Aceh Barat pada Rabu (5/8).

Demi kelancaran tugas di lapangan, Tarmizi siap pasang badan dan memberikan dukungan penuh. Ia menjanjikan penerbitan surat bersama dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) jika sewaktu-waktu tim Satgas membutuhkan payung hukum dan penguatan koordinasi saat mengeksekusi potensi pajak di wilayah kerja mereka.

Tak hanya itu, ia juga menantang Satgas PAD untuk lebih visioner dan meniru keberhasilan daerah lain. “Pelajari daerah-daerah yang kreatif dalam menciptakan sumber-sumber PAD baru. Kalau memang kita harus belajar ke sana, kita berangkatkan Satgas PAD ke sana untuk studi banding,” imbuhnya.

Langkah konkret terdekat yang menjadi sorotan adalah mengoptimalkan potensi dari internal pemerintah sendiri. Salah satunya dengan menertibkan administrasi kendaraan bermotor. Tarmizi menginstruksikan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Aceh Barat wajib menggunakan kendaraan berpelat nomor lokal (BL) berkode wilayah Aceh Barat (BL E). Langkah ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat luas.

“Kalau kita betul-betul maksimal dalam menjalankan ini bersama, kami yakin insya Allah PAD Aceh Barat akan meningkat. Saat ini, satu-satunya sumber keuangan daerah yang bisa kita andalkan di tengah ruang fiskal yang lemah adalah PAD dan dana transfer,” pungkas Tarmizi optimis.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy