Profil Sirkuit Mandalika: Lintasan Balap Sepanjang 4,31 Kilometer dengan 17 Tikungan

Pebalap Marc Márquez melintasi trek lurus utama Sirkuit Internasional Mandalika. Foto: wikipedia.org
Pebalap Marc Márquez melintasi trek lurus utama Sirkuit Internasional Mandalika. Foto: wikipedia.org

Lombok – Perburuan poin MotoGP 2024 akan kembali berlanjut di Sirkuit Mandalika pada 29 September. Sirkuit ini, yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah menjadi salah satu destinasi balap internasional terkemuka di Indonesia.

Sirkuit dengan nama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit, ini diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 12 November 2021. Dirancang oleh arsitek terkenal Hermann Tilke, sirkuit ini awalnya direncanakan memiliki panjang 4,8 kilometer, namun desain akhirnya diubah menjadi 4,31 kilometer dengan 17 tikungan.

Menurut Ricky Baheramsjah, CEO Mandalika Grand Prix Association, perubahan desain ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan memperbanyak aksi overtaking, karena desain awal dianggap lebih menguntungkan salah satu pabrikan.

Sirkuit Mandalika memiliki 17 tikungan, dengan 11 tikungan mengarah ke kanan dan 6 tikungan ke kiri. Sirkuit ini juga memiliki trek lurus sepanjang 723 meter dan lebar 15 meter. Selain MotoGP, Sirkuit Mandalika ini juga menjadi tuan rumah berbagai acara balap lainnya, termasuk World Superbike, Kejurnas Mandalika Racing Series, dan Shell Eco-marathon.

Sirkuit Mandalika pertama kali menggelar Grand Prix Sepeda Motor Indonesia pada Maret 2022, setelah sukses menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Superbike pertamanya pada November 2021. Dengan pemandangan pantai dan pegunungan yang mengelilinginya, sirkuit ini menawarkan pengalaman balap yang unik. Kapasitas tribun utama mencapai 50 ribu penonton, dan total kapasitasnya mampu menampung hingga 195.700 orang.

Pembangunan Sirkuit Mandalika dimulai pada 2019, meskipun rencana awalnya telah ada sejak 2016 ketika Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) mendapatkan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan.

Menurut Direktur Konstruksi dan Operasi PT ITDC, Ngurah Wirawan, sirkuit ini dibangun di atas lahan seluas 160 hektare, dengan 140 hektare untuk sirkuit dan sisanya untuk hotel. Total luas area sirkuit sendiri tercatat mencapai 1.035,67 hektare menurut situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bagan trek Sirkuit Mandalika Lombok. Foto: wikipedia.org
Bagan trek Sirkuit Mandalika Lombok. Foto: wikipedia.org

Sirkuit Mandalika dilengkapi dengan fasilitas canggih, termasuk bangunan pit sepanjang 350 meter yang memiliki kapasitas 50 garasi dan dapat dialihfungsikan menjadi pusat konferensi saat tidak ada balapan. Selain itu, terdapat pusat medis modular yang dilengkapi tiga helipad, yang berjarak 100 meter dari race control. Pada Maret 2022, sirkuit ini dihomologasi grade A oleh FIM.

Biaya pembangunan Sirkuit Mandalika mencapai Rp1,1 triliun. Sirkuit ini dibangun dengan teknologi aspal terbaru, stone mastic asphalt, yang menawarkan permukaan sangat rata dan tidak memerlukan pelapisan ulang selama lebih dari lima tahun.

Meskipun Sirkuit Mandalika dirancang dengan konsep sirkuit jalanan, area run-off yang luas memastikan keamanan selama balapan. Ketika tidak ada acara balapan, sebagian jalur jalanan luar sirkuit akan dibuka untuk umum. Namun, hingga Maret 2023, akses tersebut belum dibuka karena tidak ada urgensi yang mendesak.

Pada 2022, Sirkuit Mandalika masuk dalam kalender MotoGP dan menjadi tuan rumah seri balapan ke-2 pada 20 Maret. Tahun ini, sirkuit tersebut kembali menjadi tuan rumah MotoGP pada seri ke-15, yang berlangsung pada Minggu, 29 September 2024.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy