Wabah Cacar Monyet Afrika Hinggap di Indonesia Sejak 2022, Ini Sebaran Kasus dan Cirinya

Wabah Cacar Monyet Afrika Hinggap di Indonesia Sejak 2022, Ini Sebaran Kasus dan Cirinya
Cacar monyet menjangkiti anak-anak di kamp pengungsian di Goma, Kongo. Foto: reuters/detik

Jakarta – Wabah akibat virus monkeypox (mpox) atau cacar monyet mematikan di Afrika telah sampai ke Indonesia sejak 2022. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah mpox di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan global.

Setelahnya, Swedia mengumumkan kasus mpox pertama di luar Afrika pada Kamis, 15 Agustus lalu. Menyusul Pakistan juga melaporkan kasus pertama virus mpox.

Bagaimana dengan Indonesia? Dari data Kementerian Kesehatan, Indonesia melaporkan kasus mpox pertama kali pada 20 Agustus 2022 sebanyak 1 kasus. Lalu sejak 13 Oktober 2023, Indonesia kembali melaporkan kasus serupa. Jumlahnya mencapai 73 orang.

Sementara pada 2024, hingga Sabtu, 17 Agustus, ada 14 orang yang terkonfirmasi mpox. Artinya, total jumlah kasus mpox di Tanah Air telah mencapai 88 pasien terkonfirmasi.

Dari sebaran wilayah, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus mpox tertinggi sepanjang 2022-2024, yakni 59 kasus.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Yudhi Pramono mengatakan 87 dari 88 kasus terkonfirmasi telah dinyatakan sembuh. Sedangkan satu pasien lagi masih dalam proses penyembuhan karena baru terjangkit pada Juni 2024 lalu.

Selain DKI Jakarta, kasus terkonfirmasi mpox tersebar di lima provinsi, yakni Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

Jawa Barat menjadi wilayah kedua dengan jumlah kasus tertinggi 13 pasien. Sedangkan Banten menjadi wilayah ketiga dengan kasus konfirmasi terbanyak, yakni sembilan pasien dan diikuti oleh Jawa Timur (tiga pasien), DIY (tiga pasien), dan Kepulauan Riau (satu pasien).

Terkait munculnya jenis mpox baru di Afrika, Kementerian Kesehatan menyatakan Pemerintah Indonesia masih belum melakukan pembatasan pelaku perjalanan sesuai dengan rekomendasi WHO.

Namun, pemerintah akan melakukan penguatan di pintu masuk ke Indonesia, yakni dengan mengawasi pelaku perjalanan dari negara terjangkit, identifikasi gejala, hingga komunikasi risiko.

Cara Penularan Mpox

Dalam kesempatan yang sama, Yudhi menjelaskan bahwa mpox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seks.

Dia mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak sering berganti pasangan seks, termasuk dengan pasangan yang menunjukkan gejala mpox seperti ruam bernanah di kulit dan hubungan sesama jenis.

Menurutnya, kelompok risiko utama terjangkit mpox adalah laki-laki seks dengan sejenis. “Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis,” kata Yudhi dalam konferensi pers daring, dikutip Senin, 19 Agustus 2024.

“Jika merasa sakit dianjurkan menggunakan masker medis. Jika mengalami gejala mpox, seperti muncul ruam bernanah atau keropeng di kulit, diharapkan periksa ke Puskesmas atau rumah sakit dan menghindari aktivitas di luar rumah,” sambungnya.

Melansir Live Science, mpox merupakan salah satu spesies virus cacar, seperti cacar air dan cacar sapi, yang ditandai dengan ruam yang diikuti benjolan di kulit. Pada cacar air, lenting-lenting tersebut kemudian terisi dengan cairan dan akhirnya berkeropeng.

Dibandingkan Covid-19, tingkat kematian akibat mpox terbilang cukup tinggi. Penyebaran Covid-19 saat dinyatakan sebagai keadaan darurat publik internasional dari 30 Januari 2020 hingga 31 Desember 2021 saja, perkiraan tingkat kasus kematian hanya sebesar 1,2 persen, masih jauh lebih rendah dari kematian akibat mpox di Afrika.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy