Jakarta – Komisi I DPR RI akan menggelar paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia atau RUU TNI menjadi UU hari ini, Kamis, 20 Maret 2025.
Sejak dini hari tadi kelompok masyarakat sipil yang menolak revisi UU TNI telah mendirikan tenda dom di belakang gedung DPR di Senayan, Jakarta Pusat, tepatnya di Gerbang Pancasila. Rencananya, hari ini masyarakat sipil akan menggelar unjuk rasa menentang pengesahan tersebut.
“Kami datang dari berbagai kota sejak tengah malam,” ujar seorang pendemo yang enggan disebut namanya dilansir dari tempo.co.
Pendemo tolak RUU TNI ini mengaku tidak terhimpun dalam komunitas atau aliansi tertentu. Mereka berpartisipasi dalam gerakan menolak revisi undang-undang setelah mengetahui informasi di platform media sosial X. Sebanyak 30 orang datang tanpa mengenal satu sama lain dengan latar belakang berbeda-beda.
Sebagian di antaranya mengaku cuti bekerja untuk mengikuti aksi demo. “Kami berupaya sebisa mungkin untuk menghadang pengesahan revisi UU yang prosesnya minim pelibatan masyarakat sipil,” kata seorang pendemo.
Truk Tentara dan Rantis Masuk DPR
Sementara itu, mengutip unggahan akun X @barengwarga, sekira pukul 04.45 WIB tadi, beberapa bus dan truk militer berisi tentara memasuki Gerbang Pancasila. Total ada 7-8 truk maupun bus yang terlihat.
Sebelum bus dan truk itu datang, pasukan pengamanan dari kepolisian juga telah tiba di depan gerbang tersebut. Mereka tampak berjaga-jaga di sekitar gerbang terutama di pinggir jalan.
Masih menurut @barengwarga pada pukul 05.35 bertambah tujuh truk tentara yang masuk melalui Gerbang Pancasila. Selanjutnya, 05.48 jumlah truk bertambah lima. Di salah satu truk terpajang tulisan nama sebuah satuan bantuan tempur TNI Angkatan Darat.

“Segini takutnya sama rakyat yang gak punya senjata apapun, cuman pengen haknya dipenuhi padahal,” cuit akun tersebut.
Lalu, sekira pukul 05.40 masuk mobil polisi militer diikuti sebuah kendaraan taktis atau rantis. Di belakang rantis itu mengekor puluhan tentara yang mengendarai sepeda motor trail warna hijau.
Seterusnya sekira pukul 05.53 dari arah jalan berlawanan, masuk lagi belasan tentara yang menunggangi sepeda motor trail. Di sela-sela parade trail itu tampak sebuah mobil patroli Provos.
Setelah parade militer itu masuk ke Gedung DPR RI, akun tersebut memposting foto tiga tenda dom dengan beberapa orang di depan gerbang tersebut.
“Setelah menyaksikan semuanya yang disajikan rezim ini, kita masih di sini dan akan selalu di sini sampai menang,” cuit @barengwarga.
Hingga pukul 06.00, suasana di sekitar gerbang tampak sepi dari kerumunan pendemo. Beberapa petugas kepolisian dan satpam DPR tampak berjaga-jaga di depan gerbang.
Tuntutan Masyarakat Sipil
Kelompok masyarakat sipil membawa sejumlah tuntutan dalam demo hari ini. Di antaranya, mendesak pembatalan revisi UU TNI. Masyarakat sipil menganggap DPR dan pemerintah sejak awal tak transparan menyusun revisi undang-undang ini.
Sebelumnya, masyarakat sipil mencermati draf revisi UU yang beredar. Mereka mengumpulkan berbagai draf dan daftar inventarisasi masalah (DIM). Pendemo juga mengaku menyisir satu per satu pasal.
Di dalam pasal revisi undang-undang itu, masyarakat sipil mengendus adanya upaya menghidupkan kembali dwifungsi TNI melalui perluasan peran tentara ke berbagai kementerian dan lembaga. Draf awal itu berkitar di Badan Legislasi DPR sejak 2024.
Selain menolak dwifungsi, masyarakat sipil meminta TNI kembali pada tugas dan fungsi utamanya menjaga pertahanan negara. Mereka menggaungkan TNI kembali ke barak. Pendemo mengaku akan bertahan dengan tenda domnya di gerbang belakang gedung Senayan sampai sidang paripurna selesai.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy