176 Wisudawan, 2 Raih Predikat Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

Melepas “Ajyaalul Mavaz”: Saat Santri Misbahul Ulum Bersiap Menaklukkan Dunia dengan Adab

foto wisuda misbahul ulum
Prosesi pengukuhan oleh Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum Drs. H. Zainal Abidin. MK., M.Pd., kepada Wisudawan. Foto: Istimewa

Lhokseumawe, Line1News.com – Suasana khidmat menyelimuti Aula Teuku Umar, Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Rabu, 6 Mei 2026. Di bawah langit Lhokseumawe, Pesantren Modern Misbahul Ulum kembali melepas 176 permata hatinya dalam prosesi wisuda angkatan ke-29, yang dijuluki sebagai angkatan Ajyaalul Mavaz.

Bukan sekadar seremonial, wisuda kali ini menjadi saksi kekuatan tekad. Di antara deretan wisudawan, dua nama mencuri perhatian: Muhammad Hafizhan Luthfi (Lhokseumawe) dan Azzam Al Anzami (Bireuen). Keduanya dinobatkan sebagai Hafiz Al-Qur’an 30 Juz, sebuah pencapaian yang membuat suasana aula seketika berubah haru saat penghargaan diserahkan.

“Selamat atas pencapaian luar biasa ini. Tidak semua orang mampu menghafal Al-Qur’an, namun kalian telah membuktikan bahwa selain belajar, kalian juga mampu menghafalnya dengan sempurna,” ujar Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum, Drs. H. Zainal Abidin, M.K., M.Pd., dengan nada bangga.

[Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum Drs. H. Zainal Abidin. M.K., M.Pd., menyerahkan Piagam Penghargaan Tahfidzul Quran 30 Juz kepada wisudawan. Foto: Istimewa]

Global Namun Tetap Membumi

Direktur Pesantren, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa santri Misbahul Ulum dibentuk untuk menjadi pribadi yang “komplet”. Mereka tidak hanya mahir mengkaji Kitab Kuning melalui metode Al-Miftah Lil Ulum yang didemonstrasikan dengan lincah di depan tamu undangan, tetapi juga siap bersaing secara teknologi.

“Banyak orang berilmu, tapi belum tentu berintegritas. Nilai seseorang bukan dari apa yang ia ketahui, tapi dari bagaimana ia bersikap,” tutur Ustaz Martunis. Pesan ini menjadi pengingat bagi 64 santri putra dan 112 santri putri yang diwisuda bahwa adab tetap berada di atas ilmu.

Menariknya, daya tarik pesantren ini kini telah menembus batas negara. Tahun ini, Misbahul Ulum bahkan menerima pendaftar dari Jepang dan Amerika Serikat. Hingga kini, tercatat 4.008 alumni telah menebar manfaat di berbagai belahan dunia.

“Ini menjadi bukti bahwa Misbahul Ulum telah berkembang secara global melalui syiar dan dakwah pendidikan,” kata Ustaz Martunis.

Pesan dari Sang Guru

Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., Ketua Pembina Yayasan, turut membagikan kabar membanggakan. Ia mengisahkan perjalanan panjang Misbahul Ulum selama 33 tahun telah melahirkan banyak alumni berprestasi, bahkan hingga ke tingkat internasional.

“Alumni Misbahul Ulum kini ada yang menjadi profesor di Australia, staf kedutaan besar RI di India, Pakistan, Yaman, dan negara lainnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai elemen dalam membangun pesantren, sebagaimana konsep muhajirin dan ansar yang menjadi kekuatan sejak awal berdirinya lembaga tersebut.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Aceh. Melalui Kepala Dinas Syariat Islam, Marzuki, S.Ag., M.H., Gubernur Aceh Muzakir Manaf menitipkan pesan penting: tantangan saat ini bukan lagi soal peperangan, melainkan perjuangan melawan kebodohan dengan karakter yang kuat.

Turut hadir Kakanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Azhari, M.Si., perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Irwan, S.HI., M.Si., Kakan Kemenag Kota Lhokseumawe, unsur kepolisian dan TNI, pimpinan instansi daerah, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Para santri juga menampilkan demonstrasi hafalan Al-Qur’an 30 juz yang langsung diuji oleh pembina tahfiz. Acara yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan doa bersama.

Bagi 176 wisudawan, delapan di antaranya meraih predikat cumlaude, ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal untuk melangkah, mengabdi, dan membawa cahaya Misbahul Ulum ke mana pun kaki mereka melangkah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy