Lhokseumawe – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menyampaikan kritik keras terhadap kondisi jalan rusak dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, terutama di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.
Ketua BEM Unimal, Muhammad Ilal Sinaga, mengatakan lokasi dimaksud adalah Jalan Banda Aceh-Medan kawasan Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. “Di kawasan Blang Panyang sampai Blang Naleung Mameh banyak sekali [titik] jalan rusak dan PJU yang tidak hidup,” kata Ilal Sinaga menjawab Line1.News via pesan singkat, Senin siang, 10 November 2025.
Ilal Sinaga menilai kondisi tersebut sudah masuk tahap darurat. Sebab, dalam dua bulan terakhir, dua mahasiswa Unimal meninggal dunia akibat kecelakaan yang diduga disebabkan oleh jalan rusak dan minimnya penerangan jalan di kawasan itu.
“Kami sudah kehilangan dua kawan-kawan mahasiswa hanya dalam dua bulan. Ini bukan lagi masalah infrastruktur, tapi soal nyawa. Jangan tunggu ada korban ketiga ataupun viral baru pemerintah mau bergerak,” tegas Ilal Sinaga dalam pernyataan tertulis.
Ilal Sinaga menyebut ruas jalan nasional itu rusak parah, berlubang, dan tanpa penerangan yang layak di banyak titik. Dia menilai hal ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah daerah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I Aceh yang seolah bersikap biasa saja.
“Pemerintah daerah dan BPJN Wilayah I Aceh harus segera turun tangan memperbaiki jalan yang rusak. Jangan biarkan jalan menuju kawasan pendidikan dan industri menjadi jalur maut bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujar Ilal Sinaga.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Selain mendesak pemerintah, BEM Unimal juga menuntut perusahaan di sekitar KEK Arun untuk menjalankan tanggung jawab sosialnya (CSR) dengan membantu perbaikan infrastruktur dan pemasangan lampu PJU di area ring 1 perusahaan.
“Kalau perusahaan mampu menyalakan mesin besar untuk produksi, seharusnya mereka juga mampu menyalakan lampu untuk masyarakat sekitar. Jangan hanya menerangi pagar pabrik, terangi juga jalan tempat warga melintas setiap malam,” tegas Ilal Sinaga.
BEM Unimal menegaskan akan terus mengawal isu ini dan tidak akan tinggal diam apabila tidak ada tindakan nyata dari pemerintah maupun pihak perusahaan.
“Dua nyawa mahasiswa sudah melayang karena kelalaian. Kami tidak akan berhenti bersuara sampai ada langkah konkret untuk memperbaiki jalan dan penerangan. Keselamatan rakyat tidak boleh ditukar dengan alasan anggaran,” pungkas Ilal Sinaga.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy