Takengon, Line1News – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tak ingin kehilangan momentum. Melalui Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK), “perburuan” potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini menyasar sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Fokus utamanya: menjaring pelaku usaha makanan, minuman, dan jasa perhotelan yang kian menjamur di Dataran Tinggi Gayo.
Sepanjang April 2026, tim Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah BPKK terjun langsung menyisir lapangan. Mulai dari kafe-kafe hits, restoran keluarga, hingga penginapan dan hotel diverifikasi ulang. Tujuannya satu: memastikan seluruh objek pajak teridentifikasi secara akurat dan masuk dalam sistem administrasi.
Kepala BPKK Aceh Tengah, Gunawan Putra, menegaskan langkah ini bukan sekadar validasi rutin. “Kami sedang menjaring potensi baru. Hasil temuan di lapangan menunjukkan banyak pelaku usaha yang secara faktual sudah memenuhi syarat wajib pajak, namun belum terdata dalam sistem,” ungkap Gunawan kepada Line1News, Senin, 11 Mei 2026.
Langkah strategis ini, lanjut Gunawan, diambil untuk memperluas basis pajak secara adil dan berkelanjutan. Dengan kapasitas fiskal yang lebih kuat, pemerintah daerah akan lebih leluasa membiayai kebutuhan pembangunan yang kian meningkat.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Ilaga, menekankan pentingnya sistem yang presisi dan akuntabel. Menurutnya, mengelola pendapatan bukan hanya soal menagih, tapi soal kecermatan membaca potensi riil di lapangan.
“Optimalisasi PAD bergantung pada kemampuan kita memperbarui data dan menghadirkan tata kelola yang tertib serta transparan,” ujar Ilaga.
Hasil dari pajak sektor PBJT ini nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk nyata, mulai dari perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga program ekonomi lokal. “Melalui data akurat hari ini, kita sedang membangun fondasi pendapatan yang lebih kuat untuk masa depan Aceh Tengah,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy