Meulaboh – Kebahagiaan menjelang Idulfitri 1447 H menyelimuti sebuah keluarga kecil di Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat. Sebuah rumah yang dihuni seorang ibu bersama dua anak yatim, kini tak lagi gelap gulita.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, membuktikan komitmennya dengan memastikan aliran listrik masuk ke rumah tersebut hanya dalam waktu 1×24 jam setelah peninjauan lapangan, Kamis, 19 Maret 2026.
“Alhamdulillah, sekarang sudah terpasang. Saya ingin pastikan saat lebaran nanti, mereka bisa tersenyum dan merayakannya dengan layak,” ujar Tarmizi saat kembali menyambangi lokasi itu, dilansir laman Pemkab Aceh Barat.
Baca juga: Berkantor Sehari di Antong, Bupati Aceh Barat Bicara Program Ini
Menembus Pelosok, Temukan Kondisi Miris
Aksi turun ke lapangan ini dilakukan Bupati Tarmizi bersama kepala dinas terkait untuk melihat langsung kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di sejumlah titik.
Fakta memprihatinkan ditemukan di Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo. Di sana, terdapat rumah warga yang lantainya hanya beralaskan batang pinang dengan dinding rumbia yang nyaris roboh. Kondisi serupa juga terlihat di Gampong Blang Sibeutong, Kecamatan Bubon, di mana sebuah keluarga telah tinggal di rumah berdinding terpal plastik sejak tahun 2008.
Baca juga: Bupati Tarmizi: Jangan Program ‘Itu-Itu Saja’ Tiap Tahun
Bentuk Tim Khusus Pasca-Lebaran
Melihat realita tersebut, Bupati Tarmizi menegaskan penanganan RTLH akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Usai Lebaran Idulfitri nanti, Pemkab Aceh Barat akan membentuk tim khusus untuk pendataan menyeluruh.
“Tim ini dipimpin Dinas Perkim dan Dinas Sosial. Target kita jelas: rumah duafa yang masih berlantai tanah, berdinding rumbia, tanpa listrik, dan tidak memiliki toilet,” tegasnya.
Baca juga: 50 Keuchik di Aceh Barat Diminta Kembalikan Dana Desa Rp40,9 Miliar
Sentil Aparatur Gampong: “Jangan Tunggu Viral di Medsos”
Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi juga memberikan pesan kuat kepada para keuchik (kepala desa) dan aparatur gampong agar lebih proaktif melaporkan kondisi warga miskin di wilayahnya.
Dia mengaku tidak ingin lagi mengetahui ada warga yang menderita hanya melalui unggahan di media sosial.
“Ke depan, saya tidak ingin lagi dapat informasi seperti ini dari medsos. Keuchik harus aktif turun ke bawah. Pastikan tidak ada lagi warga kita yang tinggal di rumah yang tidak layak,” pungkasnya.
Langkah responsif ini diharapkan menjadi kado indah bagi warga kurang mampu di Aceh Barat agar dapat merayakan hari kemenangan dengan lebih bermartabat.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy