Dua Riset Siswi Madrasah Aceh Besar Lolos Grand Finalis OMI Riset Nasional 2025

Kepala Kemenag Aceh Besar dan siwi madrah
Foto kolase Kepala Kemenag Aceh Besar Saifuddin saat melepas keberangkatan peserta OMI Riset 2025 bertanding Top 30 Nasional di Bandara SIM Aceh Besar. Foto: Kemenag Aceh

Jantho – Dua proposal riset siswi madrasah Kabupaten Aceh Besar lolos sebagai grand finalis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2025. OMI Riset merupakan ajang kompetisi resmi diselenggarakan Kementerian Agama, bertujuan menumbuhkan budaya riset di kalangan siswa madrasah.

Kedua karya siswi MAN 3 Aceh Besar dan Dayah Insan Qurani Aceh Besar itu lolos setelah bersaing ketat dengan 9.349 proposal dari madrasah seluruh Indonesia.

Penelitian siswi madrasah Aceh Besar tersebut akan mewakili Provinsi Aceh pada babak grand final di Hotel Grand El Hajj, Banten, 11 November 2025.

Proposal pertama disusun Andis Febrina, siswi MAN 3 Aceh Besar dengan judul “Ekoteologi dan Maqashid al-Syari’ah: Studi Kasus Gerakan Mpu Uteun dalam Konservasi Hutan di Aceh.”

Proposal kedua karya tiga siswi Dayah Insan Qurani Aceh Besar, Afra Althafunnaja, Syahira Aleta Rasha, dan Maryam Thahara Meutuah, berjudul “Akulturasi Kuliner Halal Etnis Tionghoa di Banda Aceh.”

Kedua riset ini masuk dalam kelompok tema Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekotekologi), bidang yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan keilmuan modern, terutama dalam konteks pelestarian lingkungan dan kearifan budaya.

“Ini bukti bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dengan ide-ide riset yang kreatif, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar, Saifuddin, Kamis, dikutip dari laman Kanwil Kemenag Aceh pada Ahad, 9 November 2025.

Saifuddin menyebut prestasi ini lahir dari semangat belajar, kerja keras, dan dedikasi. “Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Aceh Besar untuk terus berinovasi dan mengukir prestasi,” ujarnya.

Dia memberi motivasi kepada seluruh pelajar madrasah agar tidak ragu menekuni dunia riset dan penelitian. Riset bukan hanya milik ilmuwan besar. Dari madrasah pun bisa lahir peneliti hebat yang mampu memberi solusi bagi masyarakat dan umat.

“Jadikan keberhasilan ini sebagai pemicu semangat untuk terus meneliti, berkarya, dan membawa nama baik Aceh Besar di kancah nasional,” ucapnya.

Capaian siswi MAN 3 Aceh Besar dan Dayah Insan Qurani ini tidak hanya mengharumkan nama Aceh Besar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Tanah Rencong untuk terus melahirkan generasi peneliti muda yang berdaya saing.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy