Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh pada triwulan IV-2025 bila dibandingkan dengan triwulan III-2025 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 0,05 persen.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria mengatakan jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun sebelumnya (y-on-y), ekonomi Aceh mengalami kontraksi sebesar 1,61 persen.
“Secara komulatif (c-to-c), kinerja ekonomi Aceh pada 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 2,97 persen, melambat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 4,66 persen,” kata Agus dalam konferensi pers virtual, Kamis, 5 Februari 2026.
Secara musiman, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 secara q-to-q mengalami kontraksi sebesar 0,05 persen atau terjadi pembalikan tren pertumbuhan ekonomi dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV pada tahun sebelumnya yang cenderung tumbuh.
Dia menyampaikan pertumbuhan ekonomi berdasarkan lapangan usaha dan pengeluaran secara y-on-y, struktur PDRB Aceh triwulan IV-2025 menurut lapangan usaha didominasi beberapa sektor.
“Pertama, sektor pertanian sebesar 34,79 persen, diikuti perdagangan 14,82 persen, dan administrasi pemerintahan sebesar 9,16 persen,” ujar Agus.
Dia menambahkan bahwa sebagian besar usaha mengalami kontraksi pada triwulan IV-2025. Menurutnya, ada tiga lapangan usaha yang tertinggi mengalami kontraksi.
“Pertambangan dan penggalian sebesar -17,79 persen, pengelolaan listrik dan gas -11,71 persen, dan pengadaan air sebesar -8,61 persen,” katanya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy