Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror OTK Mengaku Polisi

Zainal Arifin Mochtar
Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar atau Uceng. Foto: Kompas.com

Yogyakarta – Guru besar Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar atau Uceng mengaku menerima teror dari orang tak dikenal (OTK) melalui telepon seluler. Orang tersebut mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta yang ingin menangkap Uceng.

Melalui akun Instagram pribadinya, Uceng menyampaikan orang tersebut memintanya menghadap ke Polresta Yogyakarta dengan membawa KTP.

“Jika tidak menghadap akan segera melakukan penangkapan,” tulis Uceng di akun Instagram pribadinya, Jumat, 2 Januari 2025. Ia juga membagikan tangkapan layar nomor telepon yang diduga sebagai peneror.

Uceng menambahkan, suara penelepon dibuat berat untuk memberikan kesan otoritas.

Baca juga: Bakal Lapor Polisi, Kenapa Aktivis Greenpeace Indonesia Diteror?

Menanggapi unggahan itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyatakan nomor tersebut bukan milik anggotanya.

“Nggak ada anggota Polresta Yogyakarta dengan nomor HP itu,” ujar Eva dikutip dari Tribun Jogja, Jumat (2/1/2026).

Ia menduga oknum tersebut sedang melakukkan upaya penipuan. Secara prosedur, kata Eva, apabila pihaknya melakukan panggilan via telepon, nomor yang digunakan dipastikan menggunakan nomor resmi Polresta Yogyakarta.

“Kalau ada panggilan resmi ke seseorang, kami pasti (sampaikan) tertulis resmi. Nggak ada seperti ini. Mungkin mau menipu saja.”

Baca juga: Teror ke Para Pengkritik Banjir Sumatra, Amnesty International: Jika Tak Diusut, Negara Secara Tidak Langsung Merestui

Sementara Uceng mengaku bukan kali pertama ia menerima teror serupa, melainkan yang kedua kalinya dengan nada ancaman yang sama.

Dia bahkan tidak terlalu terpengaruh. “Saya hanya ketawa dan matiin ponsel lalu lanjut ngetik,” katanya.

Ia menilai ancaman tersebut jelas merupakan penipuan. Namun, Uceng menyayangkan maraknya penipu yang beroperasi di Indonesia.

“Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris enggak pernah ada yang dikejar dengan serius. Data kita diperjualbelikan dan berbagai tindakan scam lainnya,” keluhnya.

Uceng juga memberikan pesan kepada para pelaku. “Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk mengancam dan nakutin orang-orang tertentu, enggak akan ngefek.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy