Jakarta – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti dugaan kerusakan mesin pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelum jatuh di Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan.
“Kami mendapatkan informasi bahwa pesawat ini mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya,” ujarnya saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, Januari 2026.
Selain itu, kata Lasarus, berdasarkan koordinasi dengan BMKG, kondisi cuaca saat itu di lokasi kejadian memang dilaporkan terdapat awan tebal. Selain itu, terdapat hambatan (obstacle) berupa pegunungan di titik jatuhnya pesawat.
Baca juga: Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Pesawat ATR
Selain faktor cuaca, ia mengaku menerima laporan mengenai kondisi teknis armada yang perlu didalami lebih lanjut. Ia juga menyebut bahwa jatuhnya pesawat ATR menjadi sorotan serius karena menarik perhatian dunia internasional.
Lebih lanjut, Lasarus juga menyoroti keanehan rute pesawat sebelum hilang kontak. Ia menerima informasi awal bahwa pesawat berbelok ke arah yang bukan jalurnya. Namun, kata dia, hal tersebut masih harus dibuktikan melalui data teknis.
Ia juga menegaskan DPR tidak dalam kapasitas menyimpulkan penyebab kecelakaan. Lasarus menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Baca juga: Pendaki Gunung Bulusaraung Nyaris Terkena Serpihan Ledakan Pesawat ATR 42-500
“Mohon [kecelakaan] ini nanti diinvestigasi secara menyeluruh. Kita serius menangani ini, jangan sampai ada kejadian yang sama terulang kembali. KNKT harus mendalami sesuai dengan kewenangannya,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut dikutip dari Laman DPR RI.
Ia mewanti-wanti agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan berbasis data yang akurat. Menurutnya, akuntabilitas hasil investigasi menjadi taruhan bagi kredibilitas keselamatan transportasi udara Indonesia di mata dunia.
“Kalau sudah investigasi ini tidak bisa ngarang. Ini harus berdasarkan data-data teknis dan data-data empiris yang bisa dipertanggungjawabkan sumbernya.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy