Operasi Modifikasi Cuaca, BNPB akan Kirim Dua Pesawat ke Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi
Bupati Aceh Barat Tarmizi memantau pemadaman kebakaran lahan. Foto: Humas Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan BNPB akan mengirimkan dua pesawat untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah kabupaten itu, untuk meningkatkan curah hujan apabila terdapat awan yang memenuhi syarat.

“Jika ada awan, OMC bisa dilakukan. Namun apabila tidak terdapat awan, tentu modifikasi cuaca tidak dapat dilaksanakan,” ujar Tarmizi dikutip dari Laman Pemkab Aceh Barat, Kamis, 29 Januari 2026.

OMC menggunakan metode cloud seeding atau penyemaian awan. Garam akan ditaburkan ke atas awan sesuai koordinat yang telah ditentukan. Proses ini, kata Tarmizi, untuk mempercepat terjadinya hujan dengan memanfaatkan sifat higroskopis garam yang mampu menarik molekul air di sekitarnya hingga membentuk butiran hujan.

“Penyemaian awan ini dilakukan agar hujan dapat turun lebih cepat dan merata, sehingga dapat mengurangi risiko kekeringan serta mencegah terjadinya karhutla (kebakaran hutan dan lahan),” jelasnya.

Baca juga: Bupati Aceh Barat Instruksikan Salat Istisqa, BNPB Diminta Bantu Modifikasi Cuaca

Selain dukungan pesawat OMC, kata Tarmizi, BNPB juga akan membantu sejumlah peralatan pendukung, seperti pompa air, untuk memperkuat langkah penanganan di lapangan.

“Apabila hasil modifikasi cuaca belum menghasilkan hujan lebat, BNPB juga siap memberikan bantuan helikopter untuk melakukan penyiraman langsung di wilayah yang membutuhkan.”

Salat Istisqa Berjamaah

Sementara kemarin digelar salat istisqa berjamaah di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Rabu, 28 Januari 2026. Menurut Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, salat sunnah itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual bersama dalam menghadapi ujian kekeringan serta karhutla yang melanda beberapa kecamatan di Aceh Barat.

“Pelaksanaan salat sunnah ini merupakan wujud ikhtiar spiritual bersama. Kita tidak hanya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan iman dan takwa kita,” ujarnya.

Baca juga: Karhutla di Aceh Barat Meluas hingga 17 Hektare, BPBD Kerahkan Drone Pemantau

Said menyebutkan, beberapa hari terakhir Aceh Barat menghadapi ujian berupa karhutla yang telah meluas di beberapa titik. Hampir 19 hektare lahan terdampak kebakaran. Kabut asap sempat mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan proses belajar mengajar di salah satu sekolah terpaksa diliburkan.

“Tim BPBD bersama instansi terkait terus bekerja keras di lapangan. Hingga hari ini, lebih dari 14 hektare lahan berhasil dipadamkan, meskipun masih terdapat titik api yang terus ditangani secara intensif.”

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Barat Teungku Mahdi Kari Usman mengingatkan masyarakat tidak mengolok-olok prosesi ibadah salat istisqa apabila hujan belum turun.

“Salat istisqa bisa dilakukan berkali-kali. Jangan mencemooh ibadah ini jika hujan belum turun, karena hakikatnya kita diperintahkan untuk terus berdoa dan berikhtiar,” ujarnya saat menyampaikan tausiah.

Ia menekankan pentingnya taubat dan introspeksi diri sebagai kunci turunnya rahmat Allah SWT.

“Sekuat apa pun kita meminta hujan, jika hati belum benar-benar bertaubat, maka rahmat Allah bisa tertahan. Namun setiap doa dan usaha kita tetap dicatat sebagai pahala oleh Allah SWT, karena Allah sangat mencintai hamba-Nya yang terus meminta dan berharap kepada-Nya.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy