Presiden, Wapres, dan KMP Berzakat Melalui Baznas di Istana, Terkumpul Rp3,8 Miliar

Presiden Prabowo berzakat di Istana Negara
Presiden Prabowo berzakat di Istana Negara. Foto: Kemenag

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, dan para menteri Kabinet Merah Putih (KMP) menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara.

Pelaksanaan Zakat di Istana ini dikemas dalam tajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”. Penyerahan Zakat Istana ini juga rangkaian dari sidang kabinet paripurna.

Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima dan didoakan oleh Ketua Baznas, Sodik Mudjahid. Menjadi bagian dari kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki.

Pelayanan Konter Zakat Istana telah terhimpun dana zakat lebih dari Rp3,8 miliar yang ditunaikan oleh 111 muzaki.

“Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukan lagi peran yang sangat penting dari Baznas,” ujar Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna, sesaat setelah menunaikan zakat bersama para menteri, dilansir laman Kemenag, Sabtu, 11 Maret 2026.

“Baznas ini, semua lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, dan kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” tuturnya.

Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya ‘Zakat Istana’ di bulan suci Ramadan yang menjadi momentum memperkuat gerakan zakat nasional.

“Saudara-saudara, Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran Baznas menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ucapnya.

Sodik menyampaikan bahwa pada momentum Ramadan 2026, Baznas menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar. Ini menjadi bagian dari target penghimpunan zakat melalui Baznas pusat sebesar Rp1,4 triliun pada 2026.

Adapun target nasional, pusat dan daerah, Baznas menargetkan pengelolaan zakat pada tahun ini mencapai Rp66 triliun.

Sodik menyebut pada momentum Ramadan 2026, pengumpulan zakat secara nasional diproyeksikan mencapai Rp6 triliun melalui sekitar 760 lembaga zakat yang terdiri dari Baznas dan LAZ di seluruh Indonesia.

Dia berharap keteladanan Presiden dan Wapres dalam menunaikan zakat melalui Baznas dapat menginspirasi para pejabat negara, pelaku usaha, serta masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna memperkuat kesejahteraan umat dan membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Sodik juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunaikan zakat. “Istilah kami adalah zakat menolong umat, dan zakat adalah penolong di akhirat. Kami siap, Baznas siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ucapnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy