‘Tak Lagi Takut Banjir’, Anak-Anak di Alue Anoe Timu Kini Punya Tempat ‘Curhat’ dan Bermain yang Keren!

Peresmian Ruang Ramah Anak oleh Yayasan Geutanyoe di Aceh Utara
Peresmian Ruang Ramah Anak oleh Yayasan Geutanyoe di Aceh Utara. Foto: YG

Aceh Utara – Siapa bilang pemulihan bencana hanya soal perbaikan jalan atau jembatan? Di Aceh Utara, kesehatan mental anak-anak pascabanjir kini jadi prioritas utama. Lewat kolaborasi apik Yayasan Geutanyoe dan Save the Children Indonesia, sebuah Ruang Ramah Anak resmi berdiri sebagai simbol bangkitnya semangat warga Desa Alue Anoe Timu, Kecamatan Baktiya, Kamis, 2 April 2026.

Bukan sekadar bangunan kayu dan atap biasa, fasilitas ini dirancang sebagai “oase” bagi anak-anak yang sempat terguncang trauma banjir. Di sini, mereka tidak hanya bisa bermain, tapi juga mendapatkan dukungan psikososial agar bisa kembali ceria seperti sedia kala.

Menariknya, fasilitas ini paket lengkap! Di samping bangunan, tersedia satu unit tandon air bersih yang siap mendukung aktivitas harian anak-anak sekaligus bermanfaat bagi warga sekitar.

“Tempat Bermimpi Lagi”

[Foto: YG]

Fara Sabrina, Fasilitator Psychosocial Support dari Yayasan Geutanyoe, menitipkan pesan menyentuh saat peresmian. Menurutnya, rasa takut atau sedih yang dialami anak-anak adalah hal yang manusiawi, namun tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Di tempat ini, mereka boleh tertawa lagi, bermimpi lagi, dan menemukan kembali rasa aman. Pelan-pelan, luka itu akan sembuh, digantikan dengan cerita baru yang lebih kuat,” ungkap Fara optimis, dalam keterangannya diterima Line1.News.

Harapan Baru bagi Desa

Apresiasi juga datang dari Geuchik Desa Alue Anoe Timu, Zulkarnaini. Baginya, bantuan ini lebih dari sekadar fisik bangunan. “Ini adalah bentuk kasih sayang yang sangat berarti bagi kami semua. Anak-anak kini punya harapan baru untuk kembali tersenyum,” tuturnya.

Sebagai informasi, program ini sudah berjalan sejak Januari dan akan terus mendampingi anak-anak di empat desa (Matang Serdang, Matang Seuke Pulot di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Alue Anoe Timu, dan Alue Anoe Barat di Kecamatan Baktiya) hingga April 2026 ini.

Lebih dari sekadar bangunan, ruang ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah keterbatasan pascabencana, setiap anak tetap berhak memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berani bermimpi lagi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy