Lhokseumawe – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe yang dikelola oleh PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) hingga tahun 2024 telah mencatatkan investasi senilai Rp,5,5 triliun, menciptakan lapangan kerja bagi 1.806 orang, dan menarik 6 pelaku usaha baru (capaian kumulatif).
Data itu dikutip Line1.News, Selasa, 10 Juni 2025, dari Laporan Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tahun 2024, yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK RI tahun 2024.
Dalam laporan itu disebutkan pada periode 2024, KEK Arun Lhokseumawe mencapai tambahan investasi Rp560,5 miliar (71,3% dari target Rp786 miliar), menyerap 109 tenaga kerja baru (34,6% dari target 315 orang), diiringi ekspor senilai Rp340 miliar. Namun, tidak ada tambahan pelaku usaha pada periode 2024.
Baca juga: Kejari Lhokseumawe Mulai Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Anggaran KEK Arun
Membangun KEK Hijau di Ujung Barat
Diketahui, KEK Arun Lhokseumawe berlokasi di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. KEK ini ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 dan memiliki luas area 2.622,48 hektare (Ha). KEK dengan kegiatan usaha industri energi, petrokimia, dan kimia lainnya ini telah resmi beroperasi sebagai KEK pada 14 Desember 2018. Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Arun Lhokseumawe adalah PT Patna.
Dalam Laporan Perkembangan KEK 2024 dijelaskan proyek revitalisasi pabrik H2O2 milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), eksplorasi gas alam dan minyak bumi oleh PT Pema Global Energi (PGE), serta revitalisasi tangki kondensat dan LNG oleh PT Pembangunan Aceh (Pema) dan PT Perta Arun Gas (PAG) adalah beberapa dari banyak langkah strategis.
Terletak di jalur strategis Selat Malaka, KEK Arun Lhokseumawe diharapkan memanfaatkan keunggulan komparatifnya dalam jaringan produksi global. Konsorsium perusahaan besar seperti PT Pertamina, PT PIM, PT Pelindo 1, dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) diharapkan sebagai tulang punggung di KEK Arun Lhokseumawe.
Baca juga: Bea Cukai Lhokseumawe Sediakan Kemudahan Fasilitas Fiskal di KEK Arun
Joko Widodo atau Jokowi saat masih Presiden RI menargetkan KEK Arun Lhokseumawe menjadi kawasan industri hijau, dengan fokus pada pengembangan energi bersih seperti biomethane, blue ammonia, dan green ammonia. “Pemerintah pusat telah mengucurkan dana Rp1,7 triliun untuk revitalisasi pabrik pupuk NPK, sebagai bukti nyata komitmen mereka,” tulis laporan itu.
Namun, lanjut laporan itu, tantangan tetap ada dan harus dihadapi. Kajian Kelayakan Pengembangan Bisnis dan Pendampingan Implementasi Model Bisnis PT Patna masih terus didorong.
“KEK Arun Lhokseumawe dapat menjadi KEK Hijau pertama di Indonesia. Konsep KEK Hijau ini sangat penting, mengingat kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengembangan kawasan ekonomi yang ramah lingkungan”.
Baca juga: Kawasan Ekonomi Khusus Arun Bisa Jadi Contoh Green KEK Pertama Indonesia
Dukungan penuh dari Pemerintah Aceh dan Dewan Nasional KEK diharapkan mampu menjadikan KEK Arun Lhokseumawe sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi di Aceh. “Selain membuka peluang investasi, kawasan ini juga diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja baru,” bunyi laporan tersebut.
4 KEK Capai Investasi Tertinggi
Data dalam Laporan Perkembangan KEK 2024 itu, capaian kumulatif investasi tertinggi diraih KEK Gresik (Jawa Timur) senilai Rp92,8 triliun (T), dan KEK Kendal (Jawa Tengah) Rp86,57 T, KEK Galang Batang (Kepulauan Riau) Rp23,2 T, dan KEK Sei Mangkei (Sumatera Utara) Rp20,19 T.
Informasi dirilis oleh akun Instagram administrartor_kek_gresik, hingga akhir 2024, total nilai investasi di KEK Gresik sudah mencapai Rp98 T, dengan tambahan investasi khusus tahun 2024 senilai Rp26,5 T.
Sementara itu, KEK Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, telah menjadi pusat pengembangan industri yang signifikan di Indonesia. KEK ini ditetapkan melalui PP Nomor 29 Tahun 2012, memiliki luas area 2.002,70 Ha dan telah beroperasi sejak Januari 2015.
Fokus utama KEK Sei Mangkei industri kelapa sawit, industri karet, pariwisata, dan logistik, dengan pengelolaan oleh PT Perkebunan Nusantara III dan PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra).
Hingga tahun 2024, KEK Sei Mangkei telah mencatatkan investasi senilai Rp20,19 T, menciptakan lapangan kerja bagi 5.612 orang, dan menarik 25 pelaku usaha baru. “Pada periode 2024, tambahan investasi sebesar Rp5,61 triliun berhasil dicapai, menyerap 3.246 tenaga kerja baru, serta menarik 2 pelaku usaha baru,” keterangan dalam Laporan Perkembangan KEK 2024.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy