Usai Culik Presiden Venezuela, Trump Ancam Kolombia dan Kuba

Donald Trump
Donald Trump berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One dalam perjalanan dari Florida ke Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, pada 4 Januari 2026. Foto: Reuters

Washington – Presiden AS Donald Trump mengancam Presiden Kolombia Gustavo Petro setelah pasukannya menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu, 3 Januari 2026. Presiden dari Partai Republik itu juga yakin Pemerintah Kuba akan segera jatuh.

Saat menjawab pertanyaan wartawan di atas pesawat Air Force One pada Minggu, 4 Januari 2026, Trump menunjukkan AS siap mempertimbangkan intervensi militer tambahan di Amerika Latin.

Dia mmengatakan Kolombia dan Venezuela sama-sama “sangat sakit” dan pemerintahan kedua negara itu dijalankan oleh “orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat”.

“Dan dia tidak akan melakukannya lama. Biar saya beri tahu,” kata Trump, merujuk pada Gustavo Petro, Presiden Kolombia, dilansir Al Jazeera.

Ketika ditanya apakah yang dimaksudnya adalah operasi militer AS terhadap Kolombia, Trump menjawab, “Kedengarannya bagus bagi saya.”

Petro telah berselisih dengan Trump setahun terakhir. Pemimpin Kolombia ini gencar mengkritik keras kebijakan imigrasi pemerintahan Trump, dukungannya terhadap Israel, dan aktivitas militer AS di sekitar Amerika Latin.

Sebelum penculikan Maduro, Petro menuduh kampanye tekanan pemerintahan Trump terhadap Venezuela lebih bertujuan untuk mengakses minyak negara Amerika Selatan itu daripada memerangi perdagangan narkoba.

“[Minyak] adalah inti permasalahannya,” kata Petro kepada CNN dalam sebuah wawancara eksklusif pada 26 November 2025.

Dia menyebut Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

“Jadi, itu adalah negosiasi tentang minyak. Saya percaya itulah logika Trump. Dia tidak memikirkan demokratisasi Venezuela, apalagi perdagangan narkoba,” lanjutnya.

Baca juga: Sempat Pertimbangkan Bunuh Maduro saat Penangkapan, Trump: Itu Bisa Saja Terjadi

Menurut Petro, Venezuela bukankah produsen narkoba utama. Hanya sebagian kecil dari perdagangan narkoba global yang mengalir melalui negara tersebut.

Ia menuduh AS mencoba memaksakan kehendak kepada negara-negara tetangganya, sebuah tindakan yang disebutnya sama dengan imperialisme.

Kini, Petro menyerukan semua negara di Amerika Latin bersatu menghadapi “perlakuan sebagai pelayan dan budak”.

“AS adalah negara pertama di dunia yang membom ibu kota Amerika Selatan sepanjang sejarah umat manusia,” tulisnya dalam sebuah unggahan panjang di X terkait penculikan Maduro.

“Luka itu akan tetap terbuka untuk waktu yang lama,” katanya seraya menyebutkan balas dendam bukanlah jawabannya.

Sementara itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dijadwalkan hadir di pengadilan atas tuduhan terkait narkoba di New York hari ini.

Sejak 2020, Departemen Kehakiman AS menuduh Maduro terlibat jaringan narkoba dan menawarkan hadiah USD 15 juta untuk penangkapannya.

Trump bersikeras AS “bertanggung jawab” atas Venezuela, meskipun Mahkamah Agung negara itu telah menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara.

Baca juga: Trump Sudah Memutuskan, Apa akan Dilakukan terhadap Venezuela?

Trump juga mengulangi ancaman untuk mengirim kembali militer AS ke Venezuela jika negara itu “tidak berperilaku baik”.

Dia mengatakan “banyak warga Kuba” tewas dalam serangan AS di Venezuela. Selain itu, kata Trump, intervensi militer AS di Kuba tidak mungkin terjadi karena pulau itu tampaknya bakal jatuh dengan sendirinya.

“Kuba siap jatuh. Kuba tampak siap jatuh. Saya tidak tahu bagaimana mereka, jika mereka bisa mempertahankannya, tetapi Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan. Mereka mendapatkan semua pendapatan mereka dari Venezuela, dari minyak Venezuela,” ujarnya.

Trump lantas memperingatkan Meksiko, dengan mengatakan negara tetangganya itu “harus berbenah karena [narkoba] membanjiri Meksiko dan kita harus melakukan sesuatu”.

Ia menggambarkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebagai “orang hebat”. Trump telah menawarkan untuk mengirim pasukan AS ke Meksiko setiap kali ia berbicara dengan Sheinbaum.

Pemerintah Meksiko mampu mengatasi masalah narkoba tersebut, “tetapi sayangnya kartel-kartel tersebut sangat kuat di Meksiko,” kata Trump.

“Kartel-kartel itu mengendalikan Meksiko, suka atau tidak suka,” tambahnya.

Baca juga: Percakapan Terekam Mikrofon, Prabowo Minta Bertemu Putra Trump

Trump sendiri secara terbuka mengatakan Amerika Latin adalah “wilayah kita, dan kita perlu mendominasi di sana”.

Ia tidak merahasiakan ambisinya untuk memperluas kehadiran AS di sana dan menghidupkan kembali Doktrin Monroe abad ke-19. Doktrin ini menyatakan Amerika Latin berada di bawah lingkup pengaruh AS. Trump menyebut versi abad ke-21-nya sebagai “Doktrin Don-Roe”.

Menurut David Smith, profesor madya di Pusat Studi AS Universitas Sydney, sangat sulit memprediksi ancaman Trump terhadap Kuba dan Kolombia akan terwujud.

“Jika Anda melihat cara Trump beroperasi, yang selalu dia harapkan adalah negara lain akan melakukan apa yang dia inginkan tanpa dia harus menggunakan banyak kekuatan,” ujarnya.

“Pertunjukan kekuatan yang singkat dan spektakuler seperti pemboman di Iran, operasi di Venezuela ini menakut-nakuti negara lain sehingga mereka melakukan apa yang diinginkan Trump,” tambah Smith.

Pasukan elite AS termasuk Delta Force Angkatan Darat menculik Maduro dan istrinya pada Sabtu, 3 Januaro 2025. Penculikan ini salah satu operasi AS paling kompleks beberapa waktu terakhir

Reuters melaporkan, perencanaan untuk operasi tersebut dilakukan selama berbulan-bulan dan mencakup latihan terperinci.

Pasukan Delta membuat replika persis rumah persembunyian Maduro dan berlatih bagaimana mereka akan memasuki kediaman yang dijaga ketat tersebut.

Sementara CIA memiliki tim kecil di lapangan sejak Agustus yang mampu memberikan wawasan tentang pola hidup Maduro yang membuat penangkapannya berjalan lancar.

Badan intelijen tersebut juga memiliki informan yang dekat dengan Maduro. Informasi ini memantau pergerakan sang presiden dan siap menentukan lokasi tepatnya saat penculikan berlangsung.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy