Lhokseumawe – Sebagian masyarakat Kota Lhokseumawe melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada hari ini, Jumat pagi, 20 Maret 2026. Seribuan jemaah memadati halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah di Jalan Pasar Impres, Desa Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe untuk menjalankan ibadah bersama dan menyimak khotbah penuh makna.
Suasana ibadah salat Ied berjalan penuh khidmat. Banyak keluarga yang datang bersama-sama dari berbagai kelompok usia, menunjukkan kegembiraan merayakan hari raya Idulfitri.
Baca juga: Muhammadiyah Aceh Tetapkan 50 Titik Salat Idulfitri 1447 Hijriah
Dalam khotbah yang disampaikan Khatib Ustaz Abdul Razaq, ia mengajak seluruh jemaah untuk melakukan evaluasi diri terkait ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa iman dan takwa merupakan kunci utama untuk meraih pintu surga, sehingga semangat kebaikan yang telah terbangun selama bulan suci tersebut perlu terus dipertahankan.
“Ada tiga amalan yang harus kita jadikan semangat hidup agar kebaikan Ramadan tidak sirna,” ucap Ustaz Abdul Razaq.
Pertama, membaca Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya sebagai kitab suci yang turun sebagai petunjuk bagi umat Muslim, tetapi juga akan menjadi teman setia di alam kubur dan pembimbing di kehidupan akhirat. “Besok nanti, Al-Qur’an akan datang untuk memberi manfaat pada siapa saja yang senantiasa mendekatinya,” jelasnya.
Kedua, melaksanakan salat dengan khusyuk. Salat yang dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan menjadi bukti kedekatan hamba dengan Sang Pencipta. Ia mengingatkan agar setiap gerakan dan bacaan dalam salat selalu diiringi dengan ketundukan hati dan kesungguhan.
Ketiga, bersedekah dan infak dengan ikhlas. Ustaz Abdul Razaq menyampaikan pesan Rasulullah Muhammad SAW bahwa sedekah yang diberikan tanpa tujuan untuk dilihat atau mendapatkan pujian dari orang lain akan menjadi tempat perlindungan di akhirat kelak.
Baca juga: Terjawab! Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag: Idulfitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Selain itu, khatib juga menegaskan pentingnya peran istri yang taat dan menghormati suami. “Seburuk-buruknya suami, dia menjadi pintu bagi istri untuk memasuki surga,” ujarnya, sambil mengangkat contoh kisah Fir’aun dan Abu Lahab sebagai pelajaran tentang kesetiaan istri yang patut dijadikan teladan bagi kaum ibu.
Setelah menyelesaikan ibadah, para jemaah bersilaturahmi, saling berbagi makanan khas lebaran, serta memberikan ucapan maaf kepada satu sama lain.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy