Terungkap! AS-Israel Lagi Obok-obok Yaman

Terungkap! AS-Israel Lagi Obok-obok Yaman
Cuplikan layar dari sebuah video yang dipublikasikan otoritas Yaman. Video tersebut merinci hasil investigasi sel mata-mata AS-Israel. Foto: Al Mayadeen

Sanaa – Pengakuan anggota jaringan mata-mata Amerika Serikat (AS)-Israel kepada Badan Keamanan Yaman pada Juni lalu, mengungkap rencana strategis Washington memecah-belah dan menciptakan ketidakstabilan jangka panjang di negara paling selatan Jazirah Arab itu.

Situs berita Al Mayadeen yang mengutip sumber Yaman menyebutkan, jaringan mata-mata yang aktif sejak 2015 itu telah menyusup ke lembaga-lembaga Yaman, mempengaruhi kepemimpinan dan keputusan politik di parlemen.

Sumber tersebut juga mengungkapkan “konspirasi Amerika” itu dilakukan untuk mengobok-obok dan memperburuk krisis di Yaman.

Pengakuan itu juga menunjukkan AS mengendalikan pemerintahan Yaman sebelumnya dan memanipulasi politik untuk kepentingannya.

Jaringan mata-mata tersebut juga mengaku merusak Konferensi Dialog Nasional Yaman (NDC) untuk mendorong agenda AS dalam merestrukturisasi negara dan konstitusi Yaman.

Mereka juga mengungkap peran AS dalam pembunuhan anggota NDC yang menentang agenda memecah-belah tersebut. AS dilaporkan bermaksud membagi Yaman menjadi enam wilayah dan memprivatisasi sektor ekonomi milik negara.

NDC merupakan proses dialog transisi yang diadakan di Hotel Movenpick di Sanaa, Yaman, dari 18 Maret 2013 hingga 24 Januari 2014 sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi krisis Yaman. NDC ini menjadi bagian penting dari kesepakatan yang ditengahi oleh PBB dan Dewan Kerjasama Teluk yang mana Presiden Ali Abdullah Saleh menyerahkan kekuasaan kepada Abdrabbuh Mansur Hadi pada November 2011 setelah pemberontakan. Hadi kemudian dilantik untuk masa jabatan dua tahun sebagai presiden pada Februari 2012 setelah pemilihan di mana ia berdiri tanpa lawan._Wikipedia

Kemarin, Yemen Press Agency melaporkan keterlibatan tokoh-tokoh penting Yaman sebagai kaki tangan AS. Di antaranya, Ali Mohsen yang memiliki hubungan dekat dengan duta besar AS, dan Sultan Al-Barakani, yang bertugas merekrut mata-mata untuk intelijen AS.

Pengakuan jaringan mata-mata itu mengungkapkan bahwa kedutaan besar AS tidak lebih dari sarang mata-mata dan alat sabotase. Atase Kebudayaan di kedutaan besar AS di Yaman disebut terkait dengan badan intelijen AS, CIA.

Pengakuan itu juga mengungkapkan upaya AS melawan kebangkitan Ansarullah (Houthi), yang dianggap sebagai hambatan bagi rencana mereka di Yaman. Caranya dengan memicu konflik lokal dan merencanakan agresi militer dengan menggunakan Arab Saudi sebagai pangkalan operasi.

Tidak hanya itu, anggota jaringan mata-mata juga mengakui bahwa proyek USAID, UN Initiatives, dan lainnya yang disajikan dengan kedok pemberian bantuan kepada Yaman, mengandung unsur-unsur tersembunyi dan berbahaya yang terkait dengan kegiatan intelijen.

Mata-mata lain mengungkapkan bahwa agen intelijen AS memprioritaskan informasi tentang sumber daya mineral Yaman, khususnya dari Badan Survei Geologi, untuk mengidentifikasi lokasi produksi mineral yang menjanjikan. Ia mencatat AS telah memiliki data ekstensif tentang potensi minyak, gas, dan mineral Yaman melalui survei geologi miliknya sendiri.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy