Israel Serang Yaman, Kepala WHO Hampir Kena Bom Udara

Bandara Yaman
Menara kontrol di Bandara Internasional Sanaa Yaman rusak akibat serangan Israel pada Kamis, 26 Desember 2024. Foto: Reuters

Sanaa – Israel menyerang sejumlah target terkait gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman pada Kamis, 26 Desember 2024, termasuk Bandara Internasional Sanaa. Akibat serangan itu, media Houthi melaporkan sedikitnya enam orang tewas.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ia hendak menaiki pesawat di bandara ketika serangan itu datang. Akibatnya, kata Tedros, serangan itu menyebabkan seorang awak pesawat terluka. Tedros berada di Yaman untuk merundingkan pembebasan staf PBB yang ditahan.

“Saat kami hendak menaiki pesawat dari Sanaa … bandara tersebut diserang bom udara. Salah satu awak pesawat kami terluka,” ujarnya dilansir dari Reuters, Sabtu, 28 Desember 2024.

“Menara kontrol lalu lintas udara, ruang tunggu keberangkatan——hanya beberapa meter dari tempat kami berada——dan landasan pacu rusak,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa ia dan rekan-rekannya selamat.

Militer Israel mengatakan selain menyerang bandara, mereka juga menyerang infrastruktur militer di pelabuhan Hodeidah, Salif, dan Ras Kanatib di pantai barat Yaman. Mereka juga menyerang pembangkit listrik Hezyaz dan Ras Kanatib di negara itu.

Kantor berita Saba yang dikendalikan Houthi mengatakan tiga orang tewas dalam serangan di bandara, tiga orang tewas di Hodeidah, dan 40 lainnya terluka dalam serangan itu.

TV Al Masirah yang dikelola Houthi melaporkan, milisi tersebut bakal menanggapi serangan Israel itu dengan cepat.

Houthi telah berulang kali menembakkan pesawat tak berawak dan rudal ke Israel sebagai tindakan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza yang ditindas tentara Zionis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 bahwa ia baru saja memulai kampanye melawan Houthi. “Kami baru saja memulainya dengan mereka.”

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan serangan udara Israel itu sangat mengkhawatirkan.

Guterres prihatin dengan risiko eskalasi lebih lanjut di Yaman. Dia menyerukan semua pihak terkait menghentikan tindakan militer dan menahan diri sepenuhnya.

Guterres juga memperingatkan serangan udara di pelabuhan Laut Merah dan bandara Sanaa menimbulkan risiko serius bagi operasi kemanusiaan di saat jutaan orang di Yaman membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan nyawa.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy