Presiden Trump Sebar Hoaks Soal Kebakaran LA, Pemilik Starlink Ikut-ikutan

Kebakaran LA
Mobil terpanggang daam garasi sebuah rumah yang terbakar di kawasan Los Angeles, California, Amerika Serikat. Foto: Getty Images via The Verge

California – Saat masyarakat Los Angeles, California, tengah berduka akibat kebakaran hutan masif ‘sunset fire’ yang melanda wilayah tersebut, presiden terpilih Amerika Serika Donald Trump menyebar hoaks. Parahnya, bilioner plus ‘si paling tech guy’ Elon Musk juga ikut-ikutan.

Trump lewat postingannya di Truth Social mengklaim ketidakmampuan petugas pemadam kebakaran mengendalikan api disebabkan oleh peraturan air Gubernur California Gavin Newsom. Dilansir dari The Verge, kebijakan ini dibuat untuk “melindungi ikan yang pada dasarnya tidak berharga bernama smelt, dengan memberinya lebih sedikit air”.

Sementara Elon Musk di X menyebutkan kebakaran itu menyebar karena komitmen kepala pemadam kebakaran kota terkait kebijakan keragaman, kesetaraan, dan inklusi (diveristy, equity, dan inclusion/DEI). “DEI means people DIE (DEI berarti orang mati),” tulis pemilik Starlink ini dalam postingan itu pada Rabu malam, 8 Januari 2025.

Gelombang pertama hoaks itu difokuskan pada hidran kebakaran di Pacific Palisades, yang tiba-tiba kehabisan air pada Selasa malam saat petugas berusaha memadamkan api.

Hidran tersebut, kata Trump, mengering karena kebijakan air Newsom. “Saya akan menuntut gubernur yang tidak kompeten ini agar mengizinkan air yang indah, bersih, dan segar mengalir ke California!” Trump memposting di Truth Social pada Rabu.

“Dia yang disalahkan untuk ini. Di atas semuanya, tidak ada air untuk hidran kebakaran, tidak ada pesawat pemadam kebakaran. Bencana yang sebenarnya!”

Dalam postingan terpisah, Trump mengklaim Newsom telah menolak menandatangani deklarasi pemulihan air. “Yang akan memungkinkan jutaan galon air, dari kelebihan hujan dan salju yang mencair dari Utara, mengalir setiap hari ke banyak bagian California, termasuk daerah yang saat ini terbakar dengan cara yang hampir apokaliptik (kiamat),” tulisnya.

Tudingan itu langsung ditanggapi Pemerintah California dengan mengklarifikasi bahwa deklarasi yang dirujuk Trump dalam postingannya tidak pernah ada, hanya fiksi belaka.

“Tidak ada dokumen seperti deklarasi pemulihan air – itu hanya fiksi belaka,” ujar Izzy Gardon, direktur komunikasi Newsom. “Gubernur berfokus pada perlindungan masyarakat, bukan bermain politik, dan memastikan petugas pemadam kebakaran memiliki semua sumber daya yang mereka butuhkan.”

Lihat: [FOTO] Sunset Fire, LA Hangus Jadi Puing dan Abu Mirip Gaza

Mark Gold, anggota dewan Metropolitan Water District of Southern California, mengatakan kebijakan pengelolaan air di seluruh negara bagian, tidak ada hubungannya dengan berkurangnya air di hidran.

“Ini bukan masalah memiliki cukup air yang datang dari California Utara untuk memadamkan api. Ini tentang dampak buruk yang terus berlanjut dari perubahan iklim.”

LA Times melaporkan, kurangnya air di hidran Pacific Palisades justru terjadi karena tingginya penggunaan air oleh warga, yang membuat tekanan air berkurang.

Menurut chief engineer dari Los Angeles Department of Water and Power Janisse Quinones, saking banyaknya air yang dipakai membuat utilitas hidran tidak bisa mengisi tangki air dengan cepat.

Namun, pada Rabu malam, saat angin kencang Santa Ana menyebarkan api ke Altadena, Pasadena, dan Hollywood Hills, para pendengung sayap kanan terus menuduh pejabat kota memangkas anggaran pemadam kebakaran.

Mereka juga menuduh pemerintah kota memprioritaskan program keberagaman ketimbang kebijakan pencegahan kebakaran yang baik. Tuduhan ini mereka lakukan berdasarkan beberapa postingan ulang Musk di X.

Musk sebelumnya terus menyebar misinformasi dengan menyebutkan salah satu penyebab kebakaran itu menyebar cepat karena anggaran pemadam kebakaran disunat dan dialihkan untuk program diversitas.

Namun, hoaks Musk ditepis Wali Kota Los Angeles Karen Bass lewat sebuah laporan di Politico. Bass menyebut tidak memotong USD 23 juta dari anggaran pemadam kebakaran. Malah anggaran tersebut meningkat USD 50 juta dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu di X–media sosial kepunyaan Musk–para influencer mulai mengunggah gambar-gambar penjarahan di Palisades. Termasuk papan nama Hollywood yang dilalap api. Padahal, gambar-gambar itu dibuat oleh AI, dan X memiliki ‘Grok’, alat AI canggih yang bisa dipakai untuk membuat disinformasi semacam itu.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy