Acara tersebut merupakan kegiatan bersama antara Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, UINAR Banda Aceh, dan Pemerintah Aceh dalam rangkaian peringatan dua dekade tsunami. Aceh International Forum yang mengusung tema ‘Religion, Togetherness and Humanity’ akan dilaksanakan pada Senin, 23 Desember 2024 di Anjong Mon Mata Banda Aceh.
Profesor Mujib berharap forum tersebut bisa berdampak positif bagi masyarakat Aceh dan internasional. “Melalui forum ini kita ingin memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya kerjasama internasional dalam menghadapi bencana dan tantangan kemanusiaan global,” ujarnya.
Peringatan 20 tahun tsunami Aceh, kata dia, bukan hanya momen mengenang, tetapi juga untuk merefleksikan cara membangun masa depan yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih peduli terhadap sesama.
Mujib juga menekankan pentingnya pendidikan dan kolaborasi internasional dalam mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini akan menjadi momentum bagi masyarakat Aceh dan dunia untuk terus belajar dari pengalaman, serta mempererat hubungan dalam upaya pencegahan bencana di masa depan.”
Menanggapi hal tersebut, Safrizal menyambut positif penyelenggaraan Aceh International Forum 2024. Dia berharap forum itu dapat menjadi ajang internasional untuk memperingati tragedi tsunami sekaligus memperkuat kerjasama dalam penanggulangan bencana global.
Agenda Aceh International Forum
Koordinator Pelaksana UINAR Saifuddin A Rasyid menjelaskan Aceh International Forum bakal mempertemukan tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai belahan dunia untuk membahas peran agama dan kebersamaan dalam membangun perdamaian serta menghadapi tantangan kemanusiaan global.
“Pada hari yang sama juga akan dilaksanakan peluncuran buku 20 Tahun Tsunami Aceh yang mengabadikan sejarah pascatsunami serta perjuangan masyarakat Aceh dalam bangkit kembali,” ujarnya dilansir dari laman resmi UINAR, Rabu, 4 Desember 2024.
Selain itu, akan ada peluncuran Gedung Pendidikan Tsunami UTU-Jepang yang menandai kerjasama internasional di bidang pendidikan mitigasi bencana. Sore harinya, tambah Saifuddin, digelar round table meeting yang membahas isu-isu krusial terkait moderasi beragama dan pentingnya kerjasama internasional dalam menghadapi bencana.
Sementara pada Selasa, 24 Desember 2024, seminar bertajuk ‘Berkelindan Struktur dan Kultur: Sistem Peringatan Dini Tsunami’ akan digelar di UINAR untuk membahas kesiapsiagaan menghadapi tsunami dengan pendekatan budaya dan struktur sosial.
Puncak rangkaian acara adalah Aceh International Collaborative Art Exhibition 2024 pada 25 hingga 29 Desember 2024 di Kampus UINAR Darussalam, berupa pameran seni yang menggambarkan kebangkitan Aceh pascatsunami.
Sebelumnya, kata Saifuddin, program edukasi seperti pendidikan dasar tentang gempa bumi dan tsunami digelar di UTU pada 16 Desember 2024, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana.
Setelah itu, Pameran Foto 20 Tahun Tsunami Aceh akan diselenggarakan di Tsunami Education Center UTU pada 19 hingga 30 Desember 2024, sebagai sarana mengingatkan publik akan perjalanan panjang Aceh usai tsunami.
Adapun Kontes Foto 20 Tahun Tsunami Aceh telah berlangsung sejak 15 November dan berakhir pada 15 Desember 2024. Di kontes itu, kata Saifuddin, panitia mengundang para fotografer untuk mendokumentasikan momen bersejarah tersebut.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy